Sebelum membahas penyebab, penting untuk memahami apa itu glaukoma. Glaukoma bukanlah satu penyakit tunggal, melainkan sekumpulan penyakit mata yang merusak saraf optik—saraf yang membawa informasi visual dari mata ke otak.
Kerusakan ini paling sering (tetapi tidak selalu) disebabkan oleh tekanan bola mata (tekanan intraokular/TIO) yang tinggi secara abnormal. Tekanan ini muncul ketika ada ketidakseimbangan antara produksi dan pembuangan cairan di dalam mata.
Penyebab Utama: Peningkatan Tekkanan Intraokular (TIO)
Mata kita terus memproduksi cairan bening yang disebut aqueous humor. Cairan ini mengalir melalui suatu sistem drainase di bagian depan mata (di sudut antara kornea dan iris) untuk menjaga tekanan mata yang stabil.
Glaukoma terjadi ketika sistem drainase ini tersumbat atau tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, cairan menumpuk dan tekanan di dalam mata meningkat. Tekanan tinggi ini secara mekanis menekan dan merusak serat-serat saraf optik yang sangat halus, menyebabkan kebutaan permanen.
Namun, penting dicatat bahwa ada juga glaukoma tekanan-normal, di mana kerusakan saraf optik terjadi meskipun TIO berada dalam kisaran normal. Hal ini menunjukkan bahwa faktor lain seperti aliran darah yang buruk ke saraf optik atau kelemahan struktural saraf juga berperan.
Penyebab Berdasarkan Jenis Glaukoma
Penyebab spesifiknya sangat bergantung pada jenis glaukoma yang diderita. Berikut adalah penjelasannya:
1. Glaukoma Sudut Terbuka (Open-Angle Glaukoma)
Ini adalah jenis yang paling umum (sekitar 90% kasus).
Saluran drainase (trabecular meshwork) di mata terbuka secara normal, tetapi secara bertahap menjadi tersumbat seiring waktu, seperti pipa yang berkarat.
Penyumbatan terjadi secara mikroskopis, sehingga cairan mengalir terlalu lambat. Tekanan mata naik secara perlahan dan tanpa gejala.
Siapa yang berisiko?
– Usia di atas 60 tahun.
– Riwayat keluarga dengan glaukoma (faktor genetik kuat).
– Penderita diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung.
– Ras Afrika-Amerika dan Hispanik memiliki risiko lebih tinggi.
2. Glaukoma Sudut Tertutup (Angle-Closure Glaukoma)
Jenis ini lebih jarang tetapi sangat serius dan merupakan keadaan darurat medis.
Iris (bagian mata yang berwarna) mendorong ke depan dan menyumbat sudut drainase secara tiba-tiba atau bertahap. Bayangkan selembar kertas menyumbat saluran pembuangan wastafel.
Penyebab: Struktur anatomi mata yang sempit secara alami (mata yang lebih kecil, sering ditemukan pada orang Asia dan wanita).
Pupil yang melebar secara tiba-tiba (misalnya di ruangan gelap, stres, atau karena obat tetes mata tertentu) dapat memicu penyumbatan.
Siapa yang berisiko?
– Usia di atas 40 tahun.
– Riwayat keluarga glaukoma sudut tertutup.
– Hipermetropi (rabun dekat), karena mata mereka cenderung lebih kecil.
– Wanita memiliki risiko lebih tinggi.
3. Glaukoma Sekunder
Glaukoma jenis ini disebabkan oleh kondisi atau penyakit lain yang diketahui.
Penyebab:
– Penyakit Mata: Uveitis (peradangan), tumor, dislokasi lensa.
– Cedera Mata: Trauma tumpul atau tembus pada mata dapat merusak sistem drainase.
– Penyakit Sistemik: Diabetes jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan pembuluh darah abnormal yang menyumbat drainase (Glaukoma Neovaskular).
– Penggunaan Obat-Obatan Tertentu: Penggunaan kortikosteroid (tetes mata, oral, atau inhaler) dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko.
– Katarak Lanjut: Lensa yang membengkak dapat mempersempit sudut drainase.
4. Glaukoma Kongenital (Bawaan Lahir)
Penyebab: Kelainan bawaan sejak lahir di mana sistem drainase mata tidak berkembang dengan baik selama kehamilan. Ini biasanya bersifat genetik (diturunkan).
Ciri: Gejala biasanya terlihat pada bayi, seperti mata berair, sensitif terhadap cahaya, dan ukuran mata yang besar (kornea membengkak).
Faktor Risiko yang Meningkatkan Kemungkinan Terkena Glaukoma
Selain penyebab langsung di atas, faktor-faktor berikut meningkatkan risiko seseorang terkena glaukoma:
– Tekanan Intraokular Tinggi: Ini adalah faktor risiko paling signifikan.
– Usia: Risiko meningkat secara signifikan setelah usia 60 tahun (40 tahun untuk glaukoma sudut tertutup).
– Riwayat Keluarga: Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan glaukoma meningkatkan risiko Anda hingga 9 kali lipat.
– Kondisi Medis Tertentu: Diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan anemia sel sabit.
– Cedera Mata Parah: Trauma dapat merusak sistem drainase.
– Penggunaan Kortikosteroid Jangka Panjang: Terutama penggunaan tetes mata steroid.
– Kelainan Anatomi Mata: Seperti kornea tipis di tengah, saraf optik yang besar, atau sudut drainase yang sempit.
Kesimpulan
Penyebab glaukoma intinya adalah kerusakan saraf optik, yang paling sering dipicu oleh:
– Peningkatan tekanan intraokular akibat tersumbatnya sistem drainase cairan mata.
– Kerusakan ini bisa terjadi perlahan dan tanpa gejala (glaukoma sudut terbuka) atau tiba-tiba dan menyakitkan (glaukoma sudut tertutup).
– Faktor genetik, usia, dan kondisi medis lain juga berperan penting, terutama dalam kasus glaukoma sekunder dan kongenital.
Karena glaukoma seringkali tidak bergejala hingga kerusakan permanen terjadi, pemeriksaan mata rutin sangat penting untuk deteksi dini, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.